50 Judul Lebih, Buku Karya Tere Liye

Saya pertama kali berkenalan dengan buku karya Tere Liye pada tahun 2012 (kalau tidak salah ingat), dari sahabat saya. Ceritanya, kami saling meminjamkan buku koleksi masing-masing. Dan sahabat saya ini menyodorkan buku berjudul Hafalan Shalat Delisa. Kesan pertama terhadap buku ini saya sangat tersentuh, ceritanya bagus sekali, tapi sayangnya tidak tahu siapa itu Tere Liye, karena  di halaman terakhir tidak ada keterangan tentang siapa penulisnya. Oh mungkin nama asing ini penulis dari luar negeri, pikir saya.

Lagi-lagi sahabat saya meminjamkan buku-buku karya Tere Liye berikutnya yaitu: Bidadari-Bidadari Surga (buku yang paling menyentuh, banyak mengeluarkan air mata karena kisahnya mengharu biru dan sosok kak Laisa ini sangat inspiratif),  menyusul buku Moga Bunda di Sayang Allah, Ayahku (Bukan) Pembohong, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Berjuta Rasanya, Sunset Bersama Rosie (yang kemudian di recover dan retitle menjadi Sunset dan Rosie). Menyusul, Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Saat itu, kami pernah berdiskusi bahwa buku paling menguras energi adalah Rembulan Tenggelam di Wajahmu, sehingga kami pernah memfavoritkan buku tersebut. Setelah itu beberapa tahun saya tidak menikmati karya Tere Liye karena tenggelam dengan kerjaan serta sahabat saya sudah jarang kontak, dan kami sibuk dengan urusan masing-masing.

Sekitar tahun 2017, saya melihat koleksi buku adik sepupu. Koleksi buku-buku Tere Liye! Aha, akhirnya saya izin untuk pinjam buku adik sepupu. Gak nyangka, adik sepupu yang saat itu masih berseragam putih abu-abu ternyata baca buku karya Tere Liye. Maka berkenalanlah saya dengan petualangan Serial Bumi lewat buku Bumi, Bulan, Matahari, Bintang. Lanjut baca Negeri di Ujung Tanduk, Negeri Para Bedebah, Pulang, dan Hujan.

Kemudian barulah saya searching buku-buku penulis ini apa saja, sih? Ternyata  pas baca di wikipedia, masih banyak buku karya beliau yang belum saya baca, saudara-saudara!

Lalu saya mencoba membaca buku Burlian, Pukat, Amelia, Eliana, saya makin takjub. Wow, kok saya baru menemukan penulis yang membuat saya tidak bosan baca karyanya, bikin nagih. Dari sana saya mulai menyesal, kanapa baru baca buku-buku bagus tersebut di saat sekarang. Saya jatuh cinta sama Serial Anak-Anak Mamak yang awalnya gak sepopuler Serial Bumi, tapi sepertinya setelah recover dan retittle serta serialnya diubah menjadi Serial Anak Nusantara di akhir tahun 2018, buku ini mulai dilirik banyak pembaca.

Sekitar dua puluh judul buku Tere Liye, saya hanya modal pinjam saja, karena  waktu itu budget jajan buku sedang terbatas hehe  

Buku pertama yang saya beli pakai uang sendiri karena gak ada dikoleksi adik sepupu saya.  Langsung beli empat judul buku, yaitu: Tentang KamuRinduHarga Sebuah Percaya, dan Sepotong Hati yang Baru. Baca keempat buku ini berturut-turut saya dibuat terpukau oleh sang penulis yang mampu menyajikan cerita berbeda, genrenya juga beda. Dan anehnya gak bikin bosan. Setelah baca puluhan buku, dan sampai di titik membaca Tentang Kamu dan Rindu, menurut saya dua buku tersebut masuk dalam masterpiece karya Tere Liye.

Dari sinilah saya mulai benar-benar mencari tentang sosok Tere Liye itu siapa sih? Tidak banyak info yang saya dapat, hanya dari wikipedia  sama artikel dalam sebuah blog. Itu saja. Kok bisa ya penulis yang punya buku bagus-bagus susah dicari infonya. Bayangkan saja dari puluhan buku tidak ada keterangan tentang penulis bernama Tere Liye. Berkat Googling akhirnya saya tahu wajah beliau. Dan ketika menemukan video-video beliau di YouTube dari acara bedah buku yang upload berbagai channel, saya baru tahu suara beliau. Penulisnya terlihat sederhana sekali. Di mata saya, beliau membumi dengan karya melangit. Tampaknya, dibalik nama pena beliau yang populer dan sangat produktif menulis, beliau betul-betul menjaga privasi kehidupannya tidak terekspos. Sebagai pembaca buku, saya hanya mengenal karya-karya beliau.

Beruntung anak-anak zaman sekarang jika sudah mulai membaca dan mengenal karya-karya Tere Liye. Di zamannya saya, sangat sulit sekali baca buku-buku seperti ini. Di usia remaja menjelang dewasa, kebanyakan buku yang saya konsumsi adalah sastra mulai angkatan 1920 hingga buku-buku terjemahan penulis luar negeri.

Saya ikut berbahagia untuk adik-adik yang saat ini punya banyak variasi buku-buku bagus dan  mulai membaca buku-buku Tere Liye. Buku-bukunya bergizi, tema yang diangkat menarik, banyak pesan-pesan positif yang disampaikan lewat karakter-karakter dalam buku yang ditulisnya. Dari semua buku yang ditulisnya, saya bisa mengambil benang merahnya, entah itu serial bumiserial aksiserial anak nusantara, serta buku-buku lain karya beliau, poin utamanya mengajarkan tentang berbuat baik, menjadi orang baik, dan itu tidak mudah kawan. Makanya sang penulis terus menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Jadi, untuk yang belum pernah membaca karya Tere Liye, semoga bisa meluangkan waktu untuk membaca dan meminjam bukunya entah dari teman, sahabat, perpustakaan sekolah atau perpustakaan online seperti iPusnas, dan sebagainya. Mulailah dengan membacanya, itu yang saya lakukan. Tapi pastikan kamu membaca buku original untuk menghargai dunia literasi agar tetap hidup dan berkembang. Mari menjadi pembaca buku yang cerdas.

Dulu, awalnya saya membaca karya beliau dengan meminjam bukunya dari sahabat dan adik sepupu saya. Kemudian setelah jatuh hati pada karya-karyanya, alhamdulillah kini saya membaca dan mengoleksi serta membaca ulang lagi. Inilah kisah panjangku dalam menemukan penulis idola, panutan. Rasa-rasanya, ingin sekali menjadi penulis seluwes, sesantun, seproduktif dan sebaik karyanya Tere Liye. Dan perjalanan saya pasti akan sangat panjang. Puluhan tahun Tere Liye sudah menulis, maka karya-karyanya juga menarik sekali, sederhana tapi bertenaga. Ibarat makanan, tulisannya Tere Liye sangat lezat. Buat saya, buku-buku bagus dan menarik tidak harus selalu yang memenangkan penghargaan prestisius.

Tulisan sederhana yang mampu menggugah dan menggetarkan jiwa serta menyadarkan diri lewat karakter-karakter yang dihidupkan dalam ceritanya, itu jauh lebih berarti.  Dan itulah yang saya temukan dari sosok penulis ini.

Saya senang dengan karya-karya penulisnya bukan karena ikut-ikutan, karena kata orang, atau rekomendasi orang. Tapi saya sudah memulai perjalanan menikmati buku-buku yang beliau tulis sejak tahun 2012. Itu saja.

Sederhana tapi bermakna, nilai-nilai kehidupan inilah yang saya dapatkan dengan membaca karya-karya Tere Liye. Buku menarik dalam pandangan saya, tidak harus dituturkan dengan bahasa berat yang sulit dipahami banyak orang, sejatinya disajikan dengan sederhana dan santun, itu akan memikat saya sebagai pembaca dan penikmat buku berbagai genre. Lewat artikel ini, saya akan ajak kamu mengenal sosok Tere Liye dan karya-karyanya dari kacamata seorang pembaca buku—bukan komentator.  

Siapakah penulis Tere Liye?

Buat kamu pembaca buku karya Tere Liye, tentu sudah tahu ya, bahwa kita tidak akan pernah menemukan biodata penulis ini di setiap buku. Tidak ada latar belakang penulis. Pertama kali baca buku penulis Tere Liye, saya pikir ini penulis dari luar negeri. Bertahun-tahun kemudian saya baru tahu kalau ini tenyata penulis Indonesia. Tere Liye itu penulis laki-laki, bukan perempuan. 

Sumber foto: screenshoot dari Kelas.com salah satu kelas yang saya ikuti untuk kelas Dasar Kepenulisan  Ini dia Bang Tere Liye (nama pena)

Menurut info dari sebuah bedah buku yang saya tonton di YouTube, Tere Liye merupakan nama pena dari seorang Akuntan lulusan Universitas Indonesia, bernama Darwis. Singkat sekali namanya. Beliau lahir di kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Sudah menulis sejak duduk di bangku sekaloh dasar. Tulisan pertamanya dimuat di Lampung post, ketika beliau duduk di bangku sekolah menengah atas.  Setelah kuliah, tulisannya sering dimuat di media cetak besar seperti Kompas, Republika, Media Indonesia dan lain sebainya. Baru sekitar tahun 2005, beliau banting stir menjadi penulis novel hingga saat ini.

Beliau sudah menulis puluhan tahun, pantas saja lezat sekali tulisan yang dihasilkannya. Kalau kehidupan pribadi dan keluarga beliau saya tidak tahu. Setahu saya, diberbagai akun media sosialnya, hanya tulisan yang beliau posting. Silahkan cek Instagram @tereliyewriter (akun ini di follow juga oleh kedua penerbit besar yang menerbitkan karya-karyanya: @bukuGPU dan @bukurepublika), kemungkinan ini akun asli beliau (sebab banyak juga akun lain, bahkan ada akun fans Tere Liye yang memposting quote-quotenya).

Di awal kepenulisannya, dua buku pertama beliau yaitu Mimpi-Mimpi si Patah Hati, Cintaku antara Jakarta vs Kuala Lumpur menggunakan nama pena Sendutu Meitulan. Kemudian buku Sunset dan Rosie salah satu genre romance yang disukai pembaca, awal terbit berjudul Senja Bersama Rosie dan muncul dengan nama Darwis Darwis. Lewat karya Hafalan Salat Delisa, Tere Liye mulai terkenal, buku ini juga sudah difilmkan. Untuk buku-buku lawasnya sudah masuk kategori langka, buat yang mau koleksi sangat sulit di dapat.

Penulis Multigenre

Membaca buku karya-karya beliau selalu menghibur, menemani, menginspirasi, dan meninggalkan kesan hangat setiap kali menutup lembar terakhir dari buku yang ditulisnya. Uniknya, membaca satu buku ke buku lain dengan genre berbeda, tidak membuat saya merasa bosan dan malas menyelesaikan hingga lembar terakhir. Tidak banyak penulis yang bisa menulis berbagai genre. Berhubung saya penikmat buku berbagai genre dan tidak stuck di satu genre, maka menikmati karya penulis ini ibarat disuguhi makanan lezat dengan variasi menu yang menarik, dan ketika dimakan rasanya ternyata bikin ketagihan.

Penulis ini sangat tekun mempelajari berbagai genre. Dikutif dari kelas yang saya ikuti dalam Dasar Kepenulisan, menurut penuturan Tere Liye “Dengan menulis berbagai genre akan meningkatkan kemampuan penulisnya, terus bertransformasi menjadi lebih baik dan menawarkan tulisan-tulisan yang lebih baru, atau pilihan alternatif bacaan yang lebih banyak kepada pembaca.”

Menurut saya, Tere Liye seorang penulis dengan bakat multitalenta, dan bisa menghasilkan tulisan multigenre yang sangat dinikmati pembacanya—Aisaidluv.

Berikut ini genre-genre yang sudah ditulis oleh Tere Liye:

  1. Genre Anak-Anak dan Keluarga: Hafalan Salat Delisa, Ayahku (bukan pembohong) Moga Bunda di Sayang Allah, si anak special, si anak pintar si anak kuat, si anak pemberani, si anak cahaya, si anak badai
  2. Genre Romance: Daun yang Jatuh tak pernah membenci Angin, Sunset dan Rosie, Kau Aku dan Sepucuk Angpao Merah. Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur
  3. Genre Sufisme (filsafat) : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  4. Genre Action: Pulang, Pergi
  5. Buku Kumpulan Puisi: dikatakan atau tidak dikatakan itu tetap cinta, kau sungguh boleh pergi
  6. Buku Kumpulan Quote: about love, about friendship, about life
  7. Buku Antologi—kumpulan cerpen : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati yang baru
  8. Genre Fantasy : Harga Sebuah Percaya, Serial Bumi: Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Ceros dan Batozar, Komet, Komet Minor, Selena, Nebula.
  9. Genre Science Fiction: Hujan
  10. Genre Soasial, ekonomi dan politik: Negeri Para Bebedah, Negeri di ujung Tanduk
  11. Genre Sejarah : Rindu
  12. Genre Biografi : Tentang Kamu

Buku Serial yang ditulis Tere Liye dan masih ongoing

  1. Serial Anak-Anak Mamak, diretitle buku-bukunya dan direcover buku-bukunya pada akhir tahun 2018 dengan judul SERIAL ANAK NUSANTARA
  2. SERIAL BUMI, dan sudah diterjemahkan beberapa bukunya ke dalam bahasa Inggris dalam EARTH SERIES
  3. SERIAL AKSI
  4. SERIAL CERITA ANAK BERGAMBAR

Jika kamu mulai membaca serialnya, kemudian kamu suka, maka selamat datang di wilayah entah kapan bukunya tamat  ya pokoknya selamat datang di serial never ending stories semacam serial bumi. Kabar baiknya saya menikmati keempat serial ini, jadi yuk mari kita baca ke empat serial yang suguhan tulisannya sangat lezat 

Penulis produktif: Setiap tahun menerbitkan karya

Di Indonesia, penulis yang punya karya-karya keren itu  banyak. Tetapi, penulis yang setiap tahun menerbitkan buku baru, itu masih sangat jarang sekali. Saya selalu kagum dengan sosok penulis ini, sepertinya gak pernah kehabisan ide—addddddaaaaa saja. Dan ya itu, tulisannya gak monoton, seringkali loncat dari satu genre ke genre lain.  Selalu sukses membuat saya rasanya gak ingin beranjak dari bukunya sebelum tamat bacanya. Menyediakan buku untuk berbagai usia, dari buku anak-anak, keluaga, remaja, dewasa, dan yang suka cerita macho tersedia genre aksi serta genre social ekonomi dan politik.

Silahkan cek satu per satu daftar buku yang sudah ditulisnya mulai tahun 2005 – 2020, setiap tahun ada saja buku yang diterbitkannya. Menariknya, satu tahun lebih dari satu judul buku. Wow! Mantap jiwa.

Buku-buku fiksi karya Tere Liye

Buku Tere Liye yang sudah saya baca update per tanggal 25 Desember 2020: ada 51 buku. 5 buku unedited version yang belum terbit Pulang Pergi,  Si Anak Pelangi, Si Putih, dan the Gogons 2. 5 Buku Anak Bergambar yang sudah terbit versi bahasa Inggris, ebooknya sudah rilis sejak bulan Oktober 2020. Buku yang belum saya baca tinggal Sun (Earth Series).

Baca juga: Si Anak Pelangi

Daftar buku-buku  cetak Tere Liye berdasarkan tahun terbit (2005 – 2020):

  1. Mimpi-Mimpi si Patah Hati (2005), masih dengan nama pena Sendutu Meitulan. Recover dan retitle menjadi Berjuta Rasanya (2012), dengan nama pena Tere Liye.
  2. Cintaku antara Jakarta & Kuala Lumpur (2006), masih dengan nama pena Sendutu Meitulan.
  3. The Gogons James & the Incredible Incident (2006)
  4. The Gogons 2 : Dito & Prison of Love  (unedited version), baru ada versi e-book, belum ada versi cetak
  5. Hafalan Shalat Delisa (2007) 
  6. Moga Bunda Disayang Allah (2007)
  7. Bidadari – Bidadari Surga (2008)recover menjadi Dia adalah Kakakku (2018)
  8. Senja Bersama Rosie (2008), kemudian diubah judulnya jadi Sunset Bersama Rosie (2011), recover dan retitle menjadi Sunset dan Rosie (2018)
  9. Burlian (2009)  recover dan retitle dan recover Si Anak Spesial (2018)
  10. Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)
  11. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010)
  12. Pukat (2010), retitle dan recover menjadi Si Anak Pintar (2018)
  13. Eliana (2011)  retitle dan recover menjadi Si Anak Pemberani (2018)
  14. Ayahku (BUKAN) Pembohong (2011)
  15. Kisah Sang Penandai (2011), recover dan retitle  menjadi Harga Sebuah Percaya (2017)
  16. Sepotong Hati Yang Baru (2012)
  17. Negeri Para Bedebah (2012)
  18. Negeri di Ujung Tanduk (2013)
  19. Amelia (2013),  retitle dan recover menjadi Si Anak Kuat (2018)
  20. Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta (2014)
  21. Rindu (2014)
  22. Bumi (2014  —> EARTH (2019) earth series versi bahasa Inggris
  23. Bulan (2015) —> MOON (2019) serial bumi versi bahasa Inggris
  24. Pulang (2015)
  25. #AboutLove (2016)
  26. Hujan (2016)
  27. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah (2016)
  28. Tentang Kamu (2016)
  29. Matahari (2016)  –> SUN (2020) edisi bahasa Inggris
  30. Bintang (2017)
  31. #AboutFriends (2017)
  32. Pergi (2018)
  33. Ceros dan Batozar (2018)
  34. Komet (2018)
  35. Si Anak Cahaya (2018)
  36. Komet Minor (2019)
  37. #AboutLife (2019)
  38. Sungguh Kau Boleh Pergi (2019)
  39. Si Anak Badai (2019)
  40. Selena (2020)
  41. Nebula (2020)
  42. Selamat Tinggal (2020)
  43. Toki Si Kelinci Bertopi (2021) atau versi ebook dalam bahasa Inggris di Google Play Book  Hatrab The Rabbit with The Hat (2020)
  44. Suku Si Penunggang Layang-Layang (2021), atau versi ebook dalam bahasa Inggris di Google Play Book The Tribe of Kite Riders (2020)
  45. Jengki  (2020) versi ebook bahasa Inggris di Google Play
  46.  A Thrilling Night
  47. The Golden Apple
  48. When Everything Took a Turn for The Worse –> versi ebook bahasa Inggris
  49. The Conference of The Bottle Tops (2020) –> versi ebook bahasa Inggris di Google Play Book
  50. Pulang Pergi (2021)
  51. Si Anak Pelangi (2021)
  52. Si Putih (soon 2021)
  53. Lumpu (soon 2021)
Buku-buku Tere Liye yang diterbitkan penerbit Republika 

Selain versi cetak juga merilis versi belum di edit (unedited version) tanpa sentuhan edit dari penerbit di google play

Apakah kamu pernah membaca ebook resmi karya Tere Liye yang dijual di Google play tanpa sentuhan editing dari penerbit? Sebenarnya saya baru tahu tahun lalu ketika buku Selena dan Nebula yang belum di edit ternyata sudah bisa dibaca. Bahkan ada satu buku versi cetak yang saking susahnya dicari akhirnya saya beli di Google Play. Saya pernah menemukan buku berjudul The Gogons di marketplace, buku bekas yang dibanderol dengan harga Rp 400.000 (wow, rupanya ini buku sudah kategori langka dan dijual ke kolektor jadi mahal, maka saya mengurungkan niat membeli, hehe).

Koleksi ebook saya 

Berikut ini buku-buku unedited version  yang bisa dinikmati ebooknya di Google Play Book:

  1. The Gogons 2 Dito & Prison of Love ( di Google Play Book)
  1. Komet Minor (unedited version)
  2. Si Anak Pelangi (unedited version)
  3. Selamat Tinggal (unedited version)
  4. PP – Pulang Pergi (unedited version)
  5. Selena (unedited version)
  6. Nebula (unedited version)
  7. Si Putih (unedited version)
  8. Lumpu (unedited version)

Buku Anak Bergambar versi bahasa Inggris baru rilis di Google Play Book:

  1. Jengki
  2. A Thrilling Night
  3. The Golden Apple
  4. The Tribe of Kite Runner
  5. Hatrab The Rabbit and The Hat
  6. When Everything Took for The Worse
  7. The Conference of The Bottle Tops

Lengkap banget deh. Silahkan cek Google play. Oh iya, ada satu buku yang belum diterbitkan juga yaitu The Gogons 2 Dito & Prison of Love. Sayangnya, The Gogons ini hanya sampai seri kedua.

Nomor urut 1-4 saya sudah baca versi naskah awal (asli) dari penulis, tanpa sentuhan editing, layout serta cover dari penebit, dan naskah ini tentu saja berbeda dengan versi cetak. Silahkan main-main ke google play, dan search penulis Tere Liye, temukan puluhan karyanya!

Top 10 buku favorit saya:

Sejujurnya saya suka kesemua buku karya beliau, tapi kalau harus memilih 10 buku yang meninggalkan kesan mendalam di hati, ini dia pilihan saya:

  1. Tentang Kamu, suka sama semua karakternya, dan geram dengan karakter antagonisnya!!! Ceritanya juga mengharu biru, dari buku ini saya benar-benar banyak belajar tentang hakikat bersabar, dari Sri Ningsih. Kisah inspiring yang sangat bergizi. Memenurut saya ini masuk dalam buku karya masterpiece-nya Tere Liye.
  2. Rindu, saya juga suka banget sama buku ini. Genre sejarah yang disampaikan dengan sangat menarik lewat lima karakter utama. Sama halnya dengan Tentang Kamu, buku ini menurut saya juga masuk dalam karya masterpiece-nya Tere Liye.
  3. Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Sebelum ada buku Tentang Kamu dan Rindu, buku-buku ini benar-benar bagus, dan waktu itu saya bilang salah satu karya masterpiece-nya Tere Liye. Sayangnya saya salah, karena Tere Liye ini penulis yang banyak kejutan. Sehingga setelah muncul buku Tentang Kamu dan Rindu, maka posisinya tergeser di hati saya.
  4. Dia adalah Kakakku, sebelumnya buku ini berjudul Bidadari Bidadari Surga namun di recover dan retitle, saya baca kedua buku ini, dan tetap saja saya bacanya sambil sesegukan, nangis ngabisin tisu. Karakternya kakak beradik ini sungguh membuat hati saya sedih, terharu, bangga, campur aduk sekali. Ceritanya juga keren banget, inspiring pokoknya.
  5. Hujan, novel remaja ini sangat indah sekali. Bahagia karena ending-nya sesuai yang diharapkan. Ceritanya juga keren: tentang persahabatan, cinta, perpisahan dan hujan. Menurut saya ini merupaka buku rasa lokal rasa terjemahan penulis luar negeri. Kalau belum pernah baca buku Tere Liye terus baca buku pertamanya  berjudul Hujan, mungkin nyangkanya ini adalah buku dari luar negeri karya penulis luar negeri, padahal sama sekali bukan  Hujan memang salah satu buku yang keren dari Bang Tere.
  6. Selamat Tinggal
  7. Komet Minor
  8. Si Anak Spesial
  9. Pulang Pergi
  10. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah

Untuk saat ini daftar di atas 10 buku favorit saya, tapi semua bisa berubah sewaktu-waktu, apalagi saya penasaran dengan buku berjudul JANJI dan HELLO yang belum rilis. Kalau kedua buku ini sudah terbit, bisa jadi 10 buku favorit saya akan berubah 

Pengahargaan yang pernah diraih

Berikut ini beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Tere Liye:

  • Islamic Book Fair 2015 untuk buku Rindu
  • IKAPI AWARD Writer of The Year tahun 2016

Penerbit Buku

Mungkin kebanyakan dari kamu lebih banyak mengetahui kalau buku-buku Tere Liye diterbitkan oleh dua penerbit mayor: GPU dan Republika Penerbit, namun sebenarnya ada tiga penerbit lagi yang menerbitkan buku-buku beliau, yaitu: penerbit Grafidia dengan nama Darwis Darwis untuk buku yang awalnya berjudul Senja bersama Rosie (kini recover dan retitle jadi Sunset dan Rosie). Selengkapnya, info ini saya dapatkan dari seorang bookstagrammer yaitu @andikusumaaa, yang seorang pembaca buku-buku karya Tere Liye dan sekaligus kolektor karya-karyanya. Koleksi bukunya lebih lengkap daripada saya. (silahkan kamu follow akun Ig-nya).

Berikut ini 5 penerbit yang pernah menerbitkan buku-buku Tere Liye

  1. Grafidia, dengan nama Darwis Darwis
  2. Add print, dengan nama pena Sendutu Meitulan
  3. Mahaka Publishing, dengan nama pena Tere Liye
  4. Gramedia Pustaka Utama, dengan naam pena Tere Liye
  5. Republika Penerbit, dengan nama pena Tere Liye.
  6. Sabak Grip Nusantara, dengan nama pena Tere Liye. Saya perhatikan, beberapa buku Bang Tere sejak 2021 seperti Pulang – Pergi, Si Anak Pelangi diterbitkan oleh penerbit ini. Bahkan buku serial Anak Nusantara sudah recover melalui penerbit ini, juga buku Tentang Kamu, Rindu, Sepotong Hati yang Baru.

Tahukah kamu, kalau ditelusuri dari segi bahasa, Tere Liye merupakan bahasa India yang artinya “Untukmu.” Indah sekali bukan? Menurut saya, nama pena yang indah dan seakan buku-buku yang ditulisnya merupakan persembahan penulis untukmu (iya, untuk kamu, pembaca bukunya), hehe.

Melalui artikel ini, saya ingin berterima kasih kepada sahabat saya yang sudah bersedia dan berbaik hati meminjamkan bukunya serta mengenalkan saya pada buku karya Tere Liye. Kepada adik sepupu yang sudah memperbolehkan saya meminjam buku-buku Tere Liye. Dan tak lupa, saya berterima kasih kepada penulis dengan nama pena Tere Liye. Terima kasih untuk karya-karyanya Bang Tere. Saya banyak belajar, dan termotivasi untuk latihan, latihan, dan latihan menulis. Keep writing Bang Tere, keep inspiring.

Ini dia kisah perjalanan panjang saya menemukan penulis fiksi favorit. Kalau kamu, siapa penulis favoritmu?

Tulisan ini di update pada tanggal 17 Maret 2021

Saya pertama kali berkenalan dengan buku karya Tere Liye pada tahun 2012 (kalau tidak salah ingat), dari sahabat saya. Ceritanya, kami saling meminjamkan buku koleksi masing-masing. Dan sahabat saya ini menyodorkan buku berjudul Hafalan Shalat Delisa. Kesan pertama terhadap buku ini saya sangat tersentuh, ceritanya bagus sekali, tapi sayangnya tidak tahu siapa itu Tere Liye, karena  di halaman terakhir tidak ada keterangan tentang siapa penulisnya. Oh mungkin nama asing ini penulis dari luar negeri, pikir saya.

Lagi-lagi sahabat saya meminjamkan buku-buku karya Tere Liye berikutnya yaitu: Bidadari-Bidadari Surga (buku yang paling menyentuh, banyak mengeluarkan air mata karena kisahnya mengharu biru dan sosok kak Laisa ini sangat inspiratif),  menyusul buku Moga Bunda di Sayang Allah, Ayahku (Bukan) Pembohong, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Berjuta Rasanya, Sunset Bersama Rosie (yang kemudian di recover dan retitle menjadi Sunset dan Rosie). Menyusul, Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Saat itu, kami pernah berdiskusi bahwa buku paling menguras energi adalah Rembulan Tenggelam di Wajahmu, sehingga kami pernah memfavoritkan buku tersebut. Setelah itu beberapa tahun saya tidak menikmati karya Tere Liye karena tenggelam dengan kerjaan serta sahabat saya sudah jarang kontak, dan kami sibuk dengan urusan masing-masing.

Sekitar tahun 2017, saya melihat koleksi buku adik sepupu. Koleksi buku-buku Tere Liye! Aha, akhirnya saya izin untuk pinjam buku adik sepupu. Gak nyangka, adik sepupu yang saat itu masih berseragam putih abu-abu ternyata baca buku karya Tere Liye. Maka berkenalanlah saya dengan petualangan Serial Bumi lewat buku Bumi, Bulan, Matahari, Bintang. Lanjut baca Negeri di Ujung Tanduk, Negeri Para Bedebah, Pulang, dan Hujan.

Kemudian barulah saya searching buku-buku penulis ini apa saja, sih? Ternyata  pas baca di wikipedia, masih banyak buku karya beliau yang belum saya baca, saudara-saudara!

Lalu saya mencoba membaca buku Burlian, Pukat, Amelia, Eliana, saya makin takjub. Wow, kok saya baru menemukan penulis yang membuat saya tidak bosan baca karyanya, bikin nagih. Dari sana saya mulai menyesal, kanapa baru baca buku-buku bagus tersebut di saat sekarang. Saya jatuh cinta sama Serial Anak-Anak Mamak yang awalnya gak sepopuler Serial Bumi, tapi sepertinya setelah recover dan retittle serta serialnya diubah menjadi Serial Anak Nusantara di akhir tahun 2018, buku ini mulai dilirik banyak pembaca.

Sekitar dua puluh judul buku Tere Liye, saya hanya modal pinjam saja, karena  waktu itu budget jajan buku sedang terbatas hehe  

Buku pertama yang saya beli pakai uang sendiri karena gak ada dikoleksi adik sepupu saya.  Langsung beli empat judul buku, yaitu: Tentang KamuRinduHarga Sebuah Percaya, dan Sepotong Hati yang Baru. Baca keempat buku ini berturut-turut saya dibuat terpukau oleh sang penulis yang mampu menyajikan cerita berbeda, genrenya juga beda. Dan anehnya gak bikin bosan. Setelah baca puluhan buku, dan sampai di titik membaca Tentang Kamu dan Rindu, menurut saya dua buku tersebut masuk dalam masterpiece karya Tere Liye.

Dari sinilah saya mulai benar-benar mencari tentang sosok Tere Liye itu siapa sih? Tidak banyak info yang saya dapat, hanya dari wikipedia  sama artikel dalam sebuah blog. Itu saja. Kok bisa ya penulis yang punya buku bagus-bagus susah dicari infonya. Bayangkan saja dari puluhan buku tidak ada keterangan tentang penulis bernama Tere Liye. Berkat Googling akhirnya saya tahu wajah beliau. Dan ketika menemukan video-video beliau di YouTube dari acara bedah buku yang upload berbagai channel, saya baru tahu suara beliau. Penulisnya terlihat sederhana sekali. Di mata saya, beliau membumi dengan karya melangit. Tampaknya, dibalik nama pena beliau yang populer dan sangat produktif menulis, beliau betul-betul menjaga privasi kehidupannya tidak terekspos. Sebagai pembaca buku, saya hanya mengenal karya-karya beliau.

Beruntung anak-anak zaman sekarang jika sudah mulai membaca dan mengenal karya-karya Tere Liye. Di zamannya saya, sangat sulit sekali baca buku-buku seperti ini. Di usia remaja menjelang dewasa, kebanyakan buku yang saya konsumsi adalah sastra mulai angkatan 1920 hingga buku-buku terjemahan penulis luar negeri.

Saya ikut berbahagia untuk adik-adik yang saat ini punya banyak variasi buku-buku bagus dan  mulai membaca buku-buku Tere Liye. Buku-bukunya bergizi, tema yang diangkat menarik, banyak pesan-pesan positif yang disampaikan lewat karakter-karakter dalam buku yang ditulisnya. Dari semua buku yang ditulisnya, saya bisa mengambil benang merahnya, entah itu serial bumi, serial aksi, serial anak nusantara, serta buku-buku lain karya beliau, poin utamanya mengajarkan tentang berbuat baik, menjadi orang baik, dan itu tidak mudah kawan. Makanya sang penulis terus menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

Jadi, untuk yang belum pernah membaca karya Tere Liye, semoga bisa meluangkan waktu untuk membaca dan meminjam bukunya entah dari teman, sahabat, perpustakaan sekolah atau perpustakaan online seperti iPusnas, dan sebagainya. Mulailah dengan membacanya, itu yang saya lakukan. Tapi pastikan kamu membaca buku original untuk menghargai dunia literasi agar tetap hidup dan berkembang. Mari menjadi pembaca buku yang cerdas.

Dulu, awalnya saya membaca karya beliau dengan meminjam bukunya dari sahabat dan adik sepupu saya. Kemudian setelah jatuh hati pada karya-karyanya, alhamdulillah kini saya membaca dan mengoleksi serta membaca ulang lagi. Inilah kisah panjangku dalam menemukan penulis idola, panutan. Rasa-rasanya, ingin sekali menjadi penulis seluwes, sesantun, seproduktif dan sebaik karyanya Tere Liye. Dan perjalanan saya pasti akan sangat panjang. Puluhan tahun Tere Liye sudah menulis, maka karya-karyanya juga menarik sekali, sederhana tapi bertenaga. Ibarat makanan, tulisannya Tere Liye sangat lezat. Buat saya, buku-buku bagus dan menarik tidak harus selalu yang memenangkan penghargaan prestisius.

Tulisan sederhana yang mampu menggugah dan menggetarkan jiwa serta menyadarkan diri lewat karakter-karakter yang dihidupkan dalam ceritanya, itu jauh lebih berarti.  Dan itulah yang saya temukan dari sosok penulis ini.

Saya senang dengan karya-karya penulisnya bukan karena ikut-ikutan, karena kata orang, atau rekomendasi orang. Tapi saya sudah memulai perjalanan menikmati buku-buku yang beliau tulis sejak tahun 2012. Itu saja.

Sederhana tapi bermakna, nilai-nilai kehidupan inilah yang saya dapatkan dengan membaca karya-karya Tere Liye. Buku menarik dalam pandangan saya, tidak harus dituturkan dengan bahasa berat yang sulit dipahami banyak orang, sejatinya disajikan dengan sederhana dan santun, itu akan memikat saya sebagai pembaca dan penikmat buku berbagai genre. Lewat artikel ini, saya akan ajak kamu mengenal sosok Tere Liye dan karya-karyanya dari kacamata seorang pembaca buku—bukan komentator.  

Siapakah penulis Tere Liye?

Buat kamu pembaca buku karya Tere Liye, tentu sudah tahu ya, bahwa kita tidak akan pernah menemukan biodata penulis ini di setiap buku. Tidak ada latar belakang penulis. Pertama kali baca buku penulis Tere Liye, saya pikir ini penulis dari luar negeri. Bertahun-tahun kemudian saya baru tahu kalau ini tenyata penulis Indonesia. Tere Liye itu penulis laki-laki, bukan perempuan. 

Sumber foto: screenshoot dari Kelas.com salah satu kelas yang saya ikuti untuk kelas Dasar Kepenulisan  Ini dia Bang Tere Liye (nama pena)

Menurut info dari sebuah bedah buku yang saya tonton di YouTube, Tere Liye merupakan nama pena dari seorang Akuntan lulusan Universitas Indonesia, bernama Darwis. Singkat sekali namanya. Beliau lahir di kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Sudah menulis sejak duduk di bangku sekaloh dasar. Tulisan pertamanya dimuat di Lampung post, ketika beliau duduk di bangku sekolah menengah atas.  Setelah kuliah, tulisannya sering dimuat di media cetak besar seperti Kompas, Republika, Media Indonesia dan lain sebainya. Baru sekitar tahun 2005, beliau banting stir menjadi penulis novel hingga saat ini.

Baca juga: review buku JANJI (unedited version) karya Tere Liye

Beliau sudah menulis puluhan tahun, pantas saja lezat sekali tulisan yang dihasilkannya. Kalau kehidupan pribadi dan keluarga beliau saya tidak tahu. Setahu saya, diberbagai akun media sosialnya, hanya tulisan yang beliau posting. Silahkan cek Instagram @tereliyewriter (akun ini di follow juga oleh kedua penerbit besar yang menerbitkan karya-karyanya: @bukuGPU dan @bukurepublika), kemungkinan ini akun asli beliau (sebab banyak juga akun lain, bahkan ada akun fans Tere Liye yang memposting quote-quotenya).

Di awal kepenulisannya, dua buku pertama beliau yaitu Mimpi-Mimpi si Patah Hati, Cintaku antara Jakarta vs Kuala Lumpur menggunakan nama pena Sendutu Meitulan. Kemudian buku Sunset dan Rosie salah satu genre romance yang disukai pembaca, awal terbit berjudul Senja Bersama Rosie dan muncul dengan nama Darwis Darwis. Lewat karya Hafalan Salat Delisa, Tere Liye mulai terkenal, buku ini juga sudah difilmkan. Untuk buku-buku lawasnya sudah masuk kategori langka, buat yang mau koleksi sangat sulit di dapat.

Penulis Multigenre

Membaca buku karya-karya beliau selalu menghibur, menemani, menginspirasi, dan meninggalkan kesan hangat setiap kali menutup lembar terakhir dari buku yang ditulisnya. Uniknya, membaca satu buku ke buku lain dengan genre berbeda, tidak membuat saya merasa bosan dan malas menyelesaikan hingga lembar terakhir. Tidak banyak penulis yang bisa menulis berbagai genre. Berhubung saya penikmat buku berbagai genre dan tidak stuck di satu genre, maka menikmati karya penulis ini ibarat disuguhi makanan lezat dengan variasi menu yang menarik, dan ketika dimakan rasanya ternyata bikin ketagihan.

Penulis ini sangat tekun mempelajari berbagai genre. Dikutif dari kelas yang saya ikuti dalam Dasar Kepenulisan, menurut penuturan Tere Liye “Dengan menulis berbagai genre akan meningkatkan kemampuan penulisnya, terus bertransformasi menjadi lebih baik dan menawarkan tulisan-tulisan yang lebih baru, atau pilihan alternatif bacaan yang lebih banyak kepada pembaca.”

Menurut saya, Tere Liye seorang penulis dengan bakat multitalenta, dan bisa menghasilkan tulisan multigenre yang sangat dinikmati pembacanya—Hibooklover.

Berikut ini genre-genre yang sudah ditulis oleh Tere Liye:

  1. Genre Anak-Anak dan Keluarga: Hafalan Salat Delisa, Ayahku (bukan pembohong) Moga Bunda di Sayang Allah, si anak special, si anak pintar si anak kuat, si anak pemberani, si anak cahaya, si anak badai
  2. Genre Romance: Daun yang Jatuh tak pernah membenci Angin, Sunset dan Rosie, Kau Aku dan Sepucuk Angpao Merah. Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur
  3. Genre Sufisme (filsafat) : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  4. Genre Action: Pulang, Pergi
  5. Buku Kumpulan Puisi: dikatakan atau tidak dikatakan itu tetap cinta, kau sungguh boleh pergi
  6. Buku Kumpulan Quote: about love, about friendship, about life
  7. Buku Antologi—kumpulan cerpen : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati yang baru
  8. Genre Fantasy : Harga Sebuah Percaya, Serial Bumi: Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, Ceros dan Batozar, Komet, Komet Minor, Selena, Nebula.
  9. Genre Science Fiction: Hujan
  10. Genre Soasial, ekonomi dan politik: Negeri Para Bebedah, Negeri di ujung Tanduk
  11. Genre Sejarah : Rindu
  12. Genre Biografi : Tentang Kamu

Buku Serial yang ditulis Tere Liye dan masih ongoing

  1. Serial Anak-Anak Mamak, diretitle buku-bukunya dan direcover buku-bukunya pada akhir tahun 2018 dengan judul SERIAL ANAK NUSANTARA
  2. SERIAL BUMI, dan sudah diterjemahkan beberapa bukunya ke dalam bahasa Inggris dalam EARTH SERIES
  3. SERIAL AKSI
  4. SERIAL CERITA ANAK BERGAMBAR

Jika kamu mulai membaca serialnya, kemudian kamu suka, maka selamat datang di wilayah entah kapan bukunya tamat  ya pokoknya selamat datang di serial never ending stories semacam serial bumi. Kabar baiknya saya menikmati keempat serial ini, jadi yuk mari kita baca ke empat serial yang suguhan tulisannya sangat lezat 

Penulis produktif: Setiap tahun menerbitkan karya

Di Indonesia, penulis yang punya karya-karya keren itu  banyak. Tetapi, penulis yang setiap tahun menerbitkan buku baru, itu masih sangat jarang sekali. Saya selalu kagum dengan sosok penulis ini, sepertinya gak pernah kehabisan ide—addddddaaaaa saja. Dan ya itu, tulisannya gak monoton, seringkali loncat dari satu genre ke genre lain.  Selalu sukses membuat saya rasanya gak ingin beranjak dari bukunya sebelum tamat bacanya. Menyediakan buku untuk berbagai usia, dari buku anak-anak, keluaga, remaja, dewasa, dan yang suka cerita macho tersedia genre aksi serta genre social ekonomi dan politik.

Silahkan cek satu per satu daftar buku yang sudah ditulisnya mulai tahun 2005 – 2020, setiap tahun ada saja buku yang diterbitkannya. Menariknya, satu tahun lebih dari satu judul buku. Wow! Mantap jiwa.

Buku-buku fiksi karya Tere Liye

Buku Tere Liye yang sudah saya baca update per tanggal 25 Desember 2020: ada 51 buku. 5 buku unedited version yang belum terbit Pulang Pergi,  Si Anak Pelangi, Si Putih, dan the Gogons 2. 5 Buku Anak Bergambar yang sudah terbit versi bahasa Inggris, ebooknya sudah rilis sejak bulan Oktober 2020. Buku yang belum saya baca tinggal Sun (Earth Series).

Baca juga: Si Anak Pelangi

Daftar buku-buku  cetak Tere Liye berdasarkan tahun terbit (2005 – 2020):

  1. Mimpi-Mimpi si Patah Hati (2005), masih dengan nama pena Sendutu Meitulan. Recover dan retitle menjadi Berjuta Rasanya (2012), dengan nama pena Tere Liye.
  2. Cintaku antara Jakarta & Kuala Lumpur (2006), masih dengan nama pena Sendutu Meitulan.
  3. The Gogons James & the Incredible Incident (2006)
  4. The Gogons 2 : Dito & Prison of Love  (unedited version), baru ada versi e-book, belum ada versi cetak
  5. Hafalan Shalat Delisa (2007) 
  6. Moga Bunda Disayang Allah (2007)
  7. Bidadari – Bidadari Surga (2008), recover menjadi Dia adalah Kakakku (2018)
  8. Senja Bersama Rosie (2008), kemudian diubah judulnya jadi Sunset Bersama Rosie (2011), recover dan retitle menjadi Sunset dan Rosie (2018)
  9. Burlian (2009)  recover dan retitle dan recover Si Anak Spesial (2018)
  10. Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)
  11. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010)
  12. Pukat (2010), retitle dan recover menjadi Si Anak Pintar (2018)
  13. Eliana (2011)  retitle dan recover menjadi Si Anak Pemberani (2018)
  14. Ayahku (BUKAN) Pembohong (2011)
  15. Kisah Sang Penandai (2011), recover dan retitle  menjadi Harga Sebuah Percaya (2017)
  16. Sepotong Hati Yang Baru (2012)
  17. Negeri Para Bedebah (2012)
  18. Negeri di Ujung Tanduk (2013)
  19. Amelia (2013),  retitle dan recover menjadi Si Anak Kuat (2018)
  20. Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta (2014)
  21. Rindu (2014)
  22. Bumi (2014  —> EARTH (2019) earth series versi bahasa Inggris
  23. Bulan (2015) —> MOON (2019) serial bumi versi bahasa Inggris
  24. Pulang (2015)
  25. #AboutLove (2016)
  26. Hujan (2016)
  27. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah (2016)
  28. Tentang Kamu (2016)
  29. Matahari (2016)  –> SUN (2020) edisi bahasa Inggris
  30. Bintang (2017)
  31. #AboutFriends (2017)
  32. Pergi (2018)
  33. Ceros dan Batozar (2018)
  34. Komet (2018)
  35. Si Anak Cahaya (2018)
  36. Komet Minor (2019)
  37. #AboutLife (2019)
  38. Sungguh Kau Boleh Pergi (2019)
  39. Si Anak Badai (2019)
  40. Selena (2020)
  41. Nebula (2020)
  42. Selamat Tinggal (2020)
  43. Toki Si Kelinci Bertopi (2021) atau versi ebook dalam bahasa Inggris di Google Play Book  Hatrab The Rabbit with The Hat (2020)
  44. Suku Si Penunggang Layang-Layang (2021), atau versi ebook dalam bahasa Inggris di Google Play Book The Tribe of Kite Riders (2020)
  45. Jengki  (2020) versi ebook bahasa Inggris di Google Play
  46.  A Thrilling Night
  47. The Golden Apple
  48. When Everything Took a Turn for The Worse –> versi ebook bahasa Inggris
  49. The Conference of The Bottle Tops (2020) –> versi ebook bahasa Inggris di Google Play Book
  50. Pulang Pergi (2021)
  51. Si Anak Pelangi (2021)
  52. Si Putih (soon 2021)
  53. Lumpu (soon 2021)
Buku-buku Tere Liye yang diterbitkan penerbit Republika 

Selain versi cetak juga merilis versi belum di edit (unedited version) tanpa sentuhan edit dari penerbit di google play

Apakah kamu pernah membaca ebook resmi karya Tere Liye yang dijual di Google play tanpa sentuhan editing dari penerbit? Sebenarnya saya baru tahu tahun lalu ketika buku Selena dan Nebula yang belum di edit ternyata sudah bisa dibaca. Bahkan ada satu buku versi cetak yang saking susahnya dicari akhirnya saya beli di Google Play. Saya pernah menemukan buku berjudul The Gogons di marketplace, buku bekas yang dibanderol dengan harga Rp 400.000 (wow, rupanya ini buku sudah kategori langka dan dijual ke kolektor jadi mahal, maka saya mengurungkan niat membeli, hehe).

Koleksi ebook saya 

Berikut ini buku-buku unedited version  yang bisa dinikmati ebooknya di Google Play Book:

  1. The Gogons 2 Dito & Prison of Love ( di Google Play Book)
  1. Komet Minor (unedited version)
  2. Si Anak Pelangi (unedited version)
  3. Selamat Tinggal (unedited version)
  4. PP – Pulang Pergi (unedited version)
  5. Selena (unedited version)
  6. Nebula (unedited version)
  7. Si Putih (unedited version)
  8. Lumpu (unedited version)

Buku Anak Bergambar versi bahasa Inggris baru rilis di Google Play Book:

  1. Jengki
  2. A Thrilling Night
  3. The Golden Apple
  4. The Tribe of Kite Runner
  5. Hatrab The Rabbit and The Hat
  6. When Everything Took for The Worse
  7. The Conference of The Bottle Tops

Lengkap banget deh. Silahkan cek Google play. Oh iya, ada satu buku yang belum diterbitkan juga yaitu The Gogons 2 Dito & Prison of Love. Sayangnya, The Gogons ini hanya sampai seri kedua.

Nomor urut 1-4 saya sudah baca versi naskah awal (asli) dari penulis, tanpa sentuhan editing, layout serta cover dari penebit, dan naskah ini tentu saja berbeda dengan versi cetak. Silahkan main-main ke google play, dan search penulis Tere Liye, temukan puluhan karyanya!

Top 10 buku favorit saya:

Sejujurnya saya suka kesemua buku karya beliau, tapi kalau harus memilih 10 buku yang meninggalkan kesan mendalam di hati, ini dia pilihan saya:

  1. Tentang Kamu, suka sama semua karakternya, dan geram dengan karakter antagonisnya!!! Ceritanya juga mengharu biru, dari buku ini saya benar-benar banyak belajar tentang hakikat bersabar, dari Sri Ningsih. Kisah inspiring yang sangat bergizi. Memenurut saya ini masuk dalam buku karya masterpiece-nya Tere Liye.
  2. Rindu, saya juga suka banget sama buku ini. Genre sejarah yang disampaikan dengan sangat menarik lewat lima karakter utama. Sama halnya dengan Tentang Kamu, buku ini menurut saya juga masuk dalam karya masterpiece-nya Tere Liye.
  3. Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Sebelum ada buku Tentang Kamu dan Rindu, buku-buku ini benar-benar bagus, dan waktu itu saya bilang salah satu karya masterpiece-nya Tere Liye. Sayangnya saya salah, karena Tere Liye ini penulis yang banyak kejutan. Sehingga setelah muncul buku Tentang Kamu dan Rindu, maka posisinya tergeser di hati saya.
  4. Dia adalah Kakakku, sebelumnya buku ini berjudul Bidadari Bidadari Surga namun di recover dan retitle, saya baca kedua buku ini, dan tetap saja saya bacanya sambil sesegukan, nangis ngabisin tisu. Karakternya kakak beradik ini sungguh membuat hati saya sedih, terharu, bangga, campur aduk sekali. Ceritanya juga keren banget, inspiring pokoknya.
  5. Hujan, novel remaja ini sangat indah sekali. Bahagia karena ending-nya sesuai yang diharapkan. Ceritanya juga keren: tentang persahabatan, cinta, perpisahan dan hujan. Menurut saya ini merupaka buku rasa lokal rasa terjemahan penulis luar negeri. Kalau belum pernah baca buku Tere Liye terus baca buku pertamanya  berjudul Hujan, mungkin nyangkanya ini adalah buku dari luar negeri karya penulis luar negeri, padahal sama sekali bukan  Hujan memang salah satu buku yang keren dari Bang Tere.
  6. Selamat Tinggal
  7. Komet Minor
  8. Si Anak Spesial
  9. Pulang Pergi
  10. Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Untuk saat ini daftar di atas 10 buku favorit saya, tapi semua bisa berubah sewaktu-waktu, apalagi saya penasaran dengan buku berjudul JANJI dan HELLO yang belum rilis. Kalau kedua buku ini sudah terbit, bisa jadi 10 buku favorit saya akan berubah 

Pengahargaan yang pernah diraih

Berikut ini beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Tere Liye:

  • Islamic Book Fair 2015 untuk buku Rindu
  • IKAPI AWARD Writer of The Year tahun 2016

Penerbit Buku

Mungkin kebanyakan dari kamu lebih banyak mengetahui kalau buku-buku Tere Liye diterbitkan oleh dua penerbit mayor: GPU dan Republika Penerbit, namun sebenarnya ada tiga penerbit lagi yang menerbitkan buku-buku beliau, yaitu: penerbit Grafidia dengan nama Darwis Darwis untuk buku yang awalnya berjudul Senja bersama Rosie (kini recover dan retitle jadi Sunset dan Rosie). Selengkapnya, info ini saya dapatkan dari seorang bookstagrammer yaitu @andikusumaaa, yang seorang pembaca buku-buku karya Tere Liye dan sekaligus kolektor karya-karyanya. Koleksi bukunya lebih lengkap daripada saya. (silahkan kamu follow akun Ig-nya).

Berikut ini 5 penerbit yang pernah menerbitkan buku-buku Tere Liye

  1. Grafidia, dengan nama Darwis Darwis
  2. Add print, dengan nama pena Sendutu Meitulan
  3. Mahaka Publishing, dengan nama pena Tere Liye
  4. Gramedia Pustaka Utama, dengan naam pena Tere Liye
  5. Republika Penerbit, dengan nama pena Tere Liye.
  6. Sabak Grip Nusantara, dengan nama pena Tere Liye. Saya perhatikan, beberapa buku Bang Tere sejak 2021 seperti Pulang – Pergi, Si Anak Pelangi diterbitkan oleh penerbit ini. Bahkan buku serial Anak Nusantara sudah recover melalui penerbit ini, juga buku Tentang Kamu, Rindu, Sepotong Hati yang Baru.

Tahukah kamu, kalau ditelusuri dari segi bahasa, Tere Liye merupakan bahasa India yang artinya “Untukmu.” Indah sekali bukan? Menurut saya, nama pena yang indah dan seakan buku-buku yang ditulisnya merupakan persembahan penulis untukmu (iya, untuk kamu, pembaca bukunya), hehe.

Melalui artikel ini, saya ingin berterima kasih kepada sahabat saya yang sudah bersedia dan berbaik hati meminjamkan bukunya serta mengenalkan saya pada buku karya Tere Liye. Kepada adik sepupu yang sudah memperbolehkan saya meminjam buku-buku Tere Liye. Dan tak lupa, saya berterima kasih kepada penulis dengan nama pena Tere Liye. Terima kasih untuk karya-karyanya Bang Tere. Saya banyak belajar, dan termotivasi untuk latihan, latihan, dan latihan menulis. Keep writing Bang Tere, keep inspiring.

Ini dia kisah perjalanan panjang saya menemukan penulis fiksi favorit. Kalau kamu, siapa penulis favoritmu?

Tulisan ini di update pada tanggal 17 Maret 2021

Hal yang membuat saya selalu tertarik dan tidak bosan membaca buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan banyak genre. Dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini buku-buku Tere Liye yang sudah saya baca dan review:

NOVEL GENRE ANAK-ANAK & KELUARGA :

GENRE ROMANCE : 

GENRE FANTASY:

GENRE POLITIK & EKONOMI:

GENRE ACTION:

Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup:

Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: 

KUMPULAN PUISI:

KUMPULAN QUOTE:

GENRE SEJARAH:

GENRE BIOGRAFI

Buku Cerita Anak Bergambar versi Bahasa Indonesia yang sudah terbit bukunya:

BUKU TERE LIYE Yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

Buku-Buku Serial Karya Tere Liye:

Ebook yang sudah baca di Google Play Book

Baca juga:

Baca juga:

Happy reading!

Jika kamu ingin membeli buku dan bertandatangan  Tere Liye, silakan bisa pesan di Toko Online resmi  Tere Liye.

Jika kamu ingin membeli buku dan bertandatangan  Tere Liye, silakan bisa pesan di Toko Online resmi  Tere Liye.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s