[Review Buku] Sungguh Kau Boleh Pergi Karya Tere Liye

… Terima kasih sudah merendahkanku. Apa pun yang tidak mampu membenamkan. Justru akan membuatku semakin berharga. (halaman 86)

Judul Buku            : Sungguh, Kau Boleh Pergi
Penulis                    : Tere Liye
Tahun Terbit          : 25 Nopember 2019. Cetakan I
Penerbit                  : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman  : 96 halaman
ISBN                       : 9786020636160

Sinopsis:

Apalagi urusan perasaan. Cinta bisa berganti benci. Percaya memudar berganti kusam ragu. Pun komitmen menipis berubah jadi lupa.

Tapi aku di sini. Meyakini bahwa. Besok pagi, malam pun akan berganti siang. Mawar baru akan merekah ulang. Dan hujan berikutnya pasti akan datang.

Kau sungguh boleh pergi.

Buku kedua kumpulan sajak Tere Liye dengan ilustrasi terbaiknya. Buku pertamanya masuk dalam daftar salah satu buku sajak paling laris di Indonesia. Hadiahkan sajak-sajak ini untuk orang yang paling kita sayangi, agar kita bisa saling memahami.

Baca review buku Mantappu Jiwa

Setelah sebelumnya ada buku Dikatakan atau Tidak dikatakan Tetap Cinta (2016) yang bertemakan cinta. Konsepnya sama, baik dengan buku sebelumnya, maupun buku #Aboutlove #Aboutfriends dan #Aboutlife, di setiap halamannya terdapat kalimat serta ilustrasi yang mewakili.

Yang menarik dari buku ini, ilustrasinya tampak serasi dengan untaian kata-kata dalam sajak yang ditulis ditiap halamannya, keren! Ditambah dengan pemilihan jenis warna serta jenis huruf yang tepat, menjadikan buku ini lebih artistik. Saya sangat suka dengan cover-nya. Dalam terbitan kali ini, ada dua cover yang dirilis dan saya dapat cover yang ini.

Tema yang diusung dalam buku ini yaitu tentang melepaskan. Masih dengan gaya sederhana khas Bang Tere, namun selalu mengena. Sajak itu menurut saya tidak perlu dengan kata-kata ribet yang susah dipahami orang pada umumnya, simpel tapi yang penting orang akan paham dengan isi pesan yang disampaikan penulisnya.

Buku yang terdiri dari 30 judul sajak ini memang padat, berisi. Pesan moral yang disampaikan dalam buku ini, salah satunya bahwa melepaskan memang tidak mudah, tapi dengan melepaskan akan membuat langkah hidup kita jadi ringan. Terkadang yang kita butuhkan adalah menerima kenyataan untuk kemudian melepaskan dan kembali melanjutkan hidup.

Sulit memilih mana yang menjadi sajak favorit saya, karena banyak yang saya suka. Berikut potongan-potongan sajak dari beberapa judul sajak yang menjadi favorit saya.

Sajak “Lepaskanlah”

…. Hidup ini tidak selalu dinilai dari seberapa jauh kita melangkah. Tapi juga dari seberapa tulus kita melepaskan. Untuk meyakini, masih ada cita-cita lain, keinginan-keinginan lain. Yang boleh jadi lebih indah dan mulia….” (halaman 35)

Sajak “Move On”

….. “Banyak sekali hal-hal yang bisa kita kerjakan dengan baik. Bahkan lebih dari target saat kita happy melakukannya. Pun banyak sekali hal-hal menyakitkan yang bisa dilalui. Bahkan lebih dari masanya saat kita enjoy melewatinya. Tidak terpasa, tidak dipaksa, jelas tidak menderita melaksanakannya. Terlampui itu adalah seperti. Seorang pemuda dan pemudi yang sedang galau, sakit hati. Saat dia memilih menyibukkan diri, memperbaiki diri. Tidak terasa masa-masa sedih itu sudah tertinggal di belakang. Itulah terlampui dengan baik. Atau dalam bahasa gaul hari ini: itulah yang disebut move on.” (halaman 53)

Sajak “Masbuloh”

…. “Besok lusa akan tiba gilirannya. Saya percaya dengan janji-janji terbaik. Dan doa-doa terbaik dari orang yang sungguh peduli. Bukan sekedar resek sibuk bertanya. Sambil tertawa cengengesan. Wajah sok akrab tapi sebenarnya meremehkan.”……  (halaman 69)

Sajak “Bukan Bicara”

….. Cinta itu adalah bersabar, bukan tergesa-gesa. Bersabar  menunggu waktu terbaiknya. Bersabar menunggu orang paling tepat. Bersabar dengan cara paling mulia. Dan tentu saja. Bersabar atas setiap scenario yang terjadi. (halaman 81)

Sajak “Aku Rapopo”

… Terima kasih sudah merendahkanku. Apa pun yang tidak mampu membenamkan. Justru akan membuatku semakin berharga. (halaman 86)

Sajak “SEPASANG”

… Dan ketahuilah rahasia paling istimewa. Bahwa di dunia ini, mau kita bersabar atau tidak waktu akan terus melaju, tidak akan berhenti. Ketika kita diuji dan dicoba, mau kita bersabar atau tidak, urusan hidup tidak peduli, akan terus melesat. Maka sunggu beruntung orang-orang yang memilih bersabar. Dia akan dibalas atas apa yang telah dikejakannya. Tidak akan tertukar. (halaman 89)

Tuh, mantap-mantap kan? Asli beneran nendang-nendang kata-kata dalam sajak yang ditulis Tere Liye ini. Pokoknya kalau kamu lagi galau, sakit hati, patah hati, bacalah buku ini karena buku ini akan menemanimu. Semoga semua akan terlewati. Dan jika kamu tidak sedang mengalaminya, membaca buku ini juga jadi belajar memahami orang lain ketika berada disituasi yang sangat menyesakkan dada dan tidak menyenangkan ini tapi mau tidak mau harus dijalani. Buat kamu yang sedang mengalami, tetap semangat, ya! Kamu pasti bisa melaluinya, hatimu pasti kuat   Dan untuk kamu yang tidak mengalami, silahkan tengok kanan-kirimu, teman, sahabat atau saudaramu, agar kamu bisa belajar memahaminya, karena dengan memahami berarti kita sudah meringankan beban mereka  Selamat menikmati buku mungil yang bergizi ini, semoga kita menyelami ke dalam hati untuk bisa belajar memahami diri sendiri dan juga memahami dan menghormati orang lain.

Happy reading!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s